Contoh Skripsi Bab 2 Tentang Sistem Informasi

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.      Tinjauan Pustaka
2.1.1.    Pengertian Sistem
Istilah sistem banyak didefinisikanoleh para ahli dalam berbagai cara yang berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan cara pandang dan lingkup sistem yang ditinjau.
Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:7) Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama.
Menurut Bambang Hartono (2013:9) Sistem adalah “suatu himpunan dari berbagai bagian atau elemen yang saling berhubungan secara terorganisasi berdasarkan fungsi-fungsinya menjadi suatu kesatuan.”
Menurut Tata Sutabri (2012:6) Sistem pada dasarnya adalah “sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu.”
Dari definisi sistem yang telah dijelaskan diatas, maka sistem memiliki beberapa bagian penting didalamnya antara lain:
1)      Karakterisitik sistem
         Sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu sistem. Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a)      Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem yang terdiri dari sejumlah komponen komponen yang saling berinteraksi, artinya saling bekerja sama  membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat-sifat sistem yang menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar yang disebut dengan “Supra sistem”.
b)      Batasan Sistem(Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
c)      Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
 Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem. Lingkungan luar sistem ini dapat menguntungkan dan dapat juga merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut, yang dengan demikian lingkungan luar tersebut harus selalu dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan.
d)     Penghubung Sistem (Interface)
Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut dengan penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran suatu subsistem akan menjadi masukan untuk subsisitem yang lain dengan melewati terhubung. Dengan demikian terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.
e)      Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input), dan sinyal (signal input).
f)       Keluaran sistem (Output)
Hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain. Seperti contoh sistem informasi, keluaran yang dihasilkan adalah informasi, di mana informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain untuk menjadiinput bagi subsistem lain.
g)      Pengolahan sistem (Proses)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah suatu masukan menjadi pengeluaran.
h)      Sasaran sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
2)      Klasifikasi Sistem
Menurut Tata Sutarbi (2012:15) mengklasifikasikan sistem dari beberapa sudut pandangan, seperti sistem bersifat abstrak, sistem alamiah, sistem yang bersifat deterministik, dan sistem yang bersifat terbuka dan tertutup.
a.       Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia yaitu sistem yang berupa pemikiran tentang hubungan antara manusia dengan Tuhan, sedangkan sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik seperti sistem komputer, sistem produksi, sistem penjualan, sistem administrasi personalia dan lain sebagainya.
b.      Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam tidak dibuat oleh manusia misalnya sistem peredaran bumi, terjadinya siang malam, dan pergantian musim. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang melibatkan hubungan manusia dengan mesin yang disebut human machine sistem. Sistem informasi komputer merupakan contohnya, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.
c.       Sistem deterministik dan sistem probabilistik
Sistem deterministik merupakan sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi interaksi antara bagian dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluarannya dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program komputer yang dijalankan. Sedangkan sistem probabilistik adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
d.      Sistem terbuka dan sistem tertutup
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luar yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem lainnya. Contohnya sistem perdagangan. Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luar, sistem ini bekerja secara otomatis tanpa campur tangan dari pihak luar.
3)      Syarat-Syarat Sistem
Syarat-syarat sistem terdiri dari beberapa bagian, diantaranya:
a)      Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah
b)      Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan
c)      Adanya hubungan diantara hubungan elemen sistem
d)     Unsur dasar proses (arus informasi, energi, material) lebih penting dari pada elemen sistem.
e)      Tujuan organisasi lebih penting dari pada elemen sistem.
     Berdasarkan definisi diatas penulis menarik kesimpulan bahwa sistem adalah serangkaian proses atau unsur-unsur prosedur yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya yang tidak dapat dipisahkan dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
2.1.2.    Pengertian Informasi
Informasi memiliki peranan penting dalam organisasi. Informasi sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan dari suatu organisasi. Maka dari itu keberadaan informasi sangatlah penting bagi kelangsungan organisasi. Ada beberapa definisi informasi menurut para ahli.
                        Menurut Bambang Hartono (2013:15) Informasi adalah “seperangkat komponen yang saling berhubungan, yang bekerja untuk mengumpulkan dan menyimpan data serta mengolahnya menjadi informasi untuk digunakan.”
          Menurut Deni Darmawan (2013:2) Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi dari orang tersebut.

Menurut I Putu Agus Eka pratama (2014:9) informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat.
Menurut Sutabri (2012:22) menyebutkanbahwa “Informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.
Syarat-syarat informasi yang baik yaitu :
a.       Ketersediaan (availability), sudah tentu syarat yang mendasar bagi suatu informasi adalah tersedianya informasi itu sendiri. Informasi harus dapat diperoleh (accessible) bagi orang yang hendak memanfaatkannya.
b.      Mudah dipahami (comprehensibility) yaitu informasi harus mudah dipahami oleh pembuat keputusan, baik itu informasi yang menyangkut pekerjaan rutin maupun keputusan-keputusan yang bersifat strategis.
c.       Relevan, adalah informasi yang benar-benar relevan dengan permasalahan misi dan tujuan organisasi.
d.      Bermanfaat karena informasi harus dapat tersaji ke dalam bentuk-bentuk yang memungkinkan pemanfaatan oleh organisasi yang bersangkutan.
e.       Tepat waktu, syarat ini penting pada saat organisasi membutuhkan informasi ketika manajer membuat keputusan-keputusan yang krusial.
f.       Kehandalan (reliability) yaitu informasi harus diperoleh dari sumber-sumber yang dapat dihandalkan kebenarannya. Akurat, bahwa informasi bersih dari kesalahan dan kekeliruan. Ini juga berarti informasi harus jelas dan secara akurat mencerminkan makna yang terkandung dari data pendukung.
g.      Konsisten, yaitu informasi tidak boleh mengandung kontradiksi di dalam penyajiannya karena konsistensi merupakan syarat penting bagi dasar pengambilan keputusan.
Informasi berawal dari data yang di input, transformasi data menjadi informasi berdasarkan dari masukan data (input), keluaran data (output), unit pengolahan (process), dan unit penyimpanan.
Data merupakan material atau bahan baku yang belum mempunyai makna atau belum berpengaruh langsung kepada pengguna sehingga perlu diolah untuk menghasilkan sesuatu yang lebih berguna.
Informasi yang dihasilkan dari pengolahan suatu data oleh suatu sistem, dapat menjadi sebuah data untuk sistem lain. Contohnya nilai dalam bentuk abjad dikonversi oleh sistem sehingga menghasilkan nilai dalam bentuk angka.
a.    Kualitas Informasi
Kualitas dari informasi tergatung dari tiga hal, yaitu:
1)      Akurat
Informasi harus sesuai dengan sumber yang ada, bebas dari kesalahan-kesalahan dan jelas mencerminkan maksudnya.
2)      Tepat waktu
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat, karena informasi yang usang tidak akan mempunyai nilai lagi.
3)      Relevan
Informasi yang mempunyai manfaat untuk penerimanya.Menurut John Burch dan Gary Grundnitski (2013:16)
menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga pilar.

b.      Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) ditentukan oleh dua hal, yaitu manfaat dan biaya untuk mendapatkan informasi tersebut. Suatu informasi dapat dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkannya. Dalam lingkup sistem informasi, nilai informasi memiliki beberapa ciri yaitu:
1)      Benar atau Salah
Ini dapat berhubungan dengan realitas atau tidak.
2)      Baru
Informasi harus baru tidak boleh telat walaupun baru satu jam, hal ini sudah bisa dikatakan tidak baru lagi dan harus segar bagi penerimanya.
3)      Tambahan
Informasi dapat memperbaharui atau memberikan tambahan baru pada informasi yang telah ada.
4)      Korektif
Informasi dapat menjadi suatu koreksi atas informasi salah atau palsu dari sebelumnya.
5)      Penegas
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, dan ini masih berguna karena meningkatkan persepsi penerimanya atas kebenaran informasi tersebut.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan manfaat bagi organisasi atau individu yang berguna dalam pengambilan keputusan.
2.1.3.    Pengertian Sistem Informasi
MenurutI Putu Agus Eka pratama(2014:10) dalam buku Sistem Informasi dan Implementasinya menyatakan bahwa Sistem informasi adalah sebuah sistem yang mengelola data menjadi informasi yang akan disajikan dan digunakan oleh pengguna, maka sistem informasi merupakan sebuah sistem yang kompleks”.

MenurutBambang Hartono (2013:16)menyatakan bahwa “Sistem informasi adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan, yang bekerja untuk mengumpulkan dan menyimpan data serta mengolahnya menjadi informasi untuk digunakan”.
Menurut Tata Sutabri (2012:38) mendefinisikan bahwa “Sistem informasi adalah suatu  sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan laporan-laporan yang diperlukan.

Dari definisi menurut para ahli diatas dapat disimpulkan bahwasistem informasi adalah suatu sistem yang mengolah sekumpulan data menjadi informasi yang berguna bagi penggunanya untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan suatu organisasi.
Menurut I Putu Agus Eka Pratama (2014:11) menyatakan bahwa pada sistem informasi terdapat tujuh poin komponen. Berikut ketujuh komponen beserta dengan penjelasannya masing-masing:
a.    Input (masukan)
Sebuah informasi berasal dari data yang telah diolah dan diverifikasi sehingga akurat, bermanfaat dan memiliki nilai. Komponen input ini berfungsi untuk menerima semua input (masukan) dari pengguna. Masukan yang diterima dalam bentuk data. Data ini berasal dati satu maupun beberapa sumber. Maka data dapat digolongkan kedalam data Internal dan data Eksternal. Data Internal merupakan data yang berasal dari dalam organinsasi atau tempat yang bersangkutan. Data eksternal merupakan data yang berasal dari luar organisasi atau tempat bersangkutan (misalkan data yang berasal dari sumber referensi di Internal).
b.    Output (Keluaran)
Sebuah sistem informasi akan menghasilkan keluaran (output)berupa informasi. Komponen output berfungsi untuk menyajikan hasil akhir ke pengguna sistem informasi. Pada komponen output, informasi yang disajikan disesuaikan dengan data yang diinputkan dan fungsionalitas dari sistem informasi bersangkutan.
c.    Software (Perangkat Lunak)
Komponen software (Perangkat Lunak) mencakup semua perangkat lunak yang digunakan didalam sistem informasi. Adanya komponen perangkat lunak ini akan membantu sistem informasi dalam menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya.
d.    Hardware (Perangkat Keras)
Komponen Hardware (Perangkat Keras) mencakup semua perangkat keras yang digunakan secara fisik didalam sistem informasi. Komponen perangkat keras ini meliputi komputer server beserta komponen di dalamnya, komputer desktop beserta komponen di dalamnya, dan lain-lain. Termasuk juga di dalamnya hub, switch, router, yang berperan di dalam jaringan komputer (untuk media informasi di dalam sistem informasi).
e.    Database (Basis Data)
Mengingat bahwa sistem informasi menyajikan informasi yang berasal dari satu maupun beberapa data yang dimasukan dan diolah, maka tentu diperlukan sebuah aplikasi untuk penyimpanan, mengolah, dan menyajikan data dan informasi tersebut secara komputerisasi. Komponen basis data berfungsi untuk menyimpan semua data dan informasi ke dalam satu atau beberapa tabel, serta antar tabel terjadi relasi (hubungan).
f.      Kontrol dan Prosedur
Kontrol dan prosedur adalah dua buah komponen yang menjadi satu. Komponen kontrol befungsi untuk mencegah terjadinya beragam gangguan dan ancamana terhadap data dan informasi yang ada di dalam sistem informasi beserta fisiknya (komputer server). Komponen prosedur mencakup semua prosedur dua aturan yang harus dilakukan dan wajib ditaati bersama, guna mencapai tujuan yang diinginkan.
g.    Teknologi dan Jaringan Komputer
Komponen terakhir di dalam sistem informasi ini, yaitu teknologi dan jaringan komputer, memegang peranan terpenting untuk sebuah sistem informasi.Komponen jaringan komputer berperan di dalam menghubungkan sistem informasi dengan sebanyak mungkin pengguna.Jaringan komputer dapat berupa jaringan lokal (private) hingga jaringan internet (public).
2.1.4.    Pengertian Sistem Informasi Manajemen
Menurut Stoner dalam Helmawati (2015:21) mendefinisikan “Sistem informasi manajemen sebagai sebuah metode formal yang menyediakan informasi yang akurat dan  tepat waktu bagi manajemen yang diperlukan untuk mempermudah proses pengambilan keputusan, dan memungkinkan fungsi-fungsi dari manajemen seperti perencanaan, pengendalian, dan operasional organisasi dapat dilaksanakan secara efektif”.

Menurut Bambang Hartono (2013:20) mendefinisikan bahwa “Sistem informasi manajemen adalah sebuah sistem, yaitu rangkaian terorganisir dari sejumlah bagian/komponen yang secara bersama-sama berfungsi atau bergerak menghasilkan informasi untuk digunakan dalam manajemen perusahaan”.

Menurut Tata Sutabri (2016:40) Sistem informasi manajemen adalah “merupakan penerapan sistem informasi didalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkat manajemen”.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen adalah sekumpulan dari interaksi sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial maupun kebutuhan operasi agar dapat bekerja secara efektif.
Menurut Tata Sutabri (2016:84) Karakteristik Sistem informasi manajemen guna mendapatkan sinyal yang lebih dini tentang keberadaan dan kondisi Sistem informasi manajemen di organisasi :
1.    SIM membantu manager secara struktur pada tingkat operasional dan tingkat kontrol saja. Meskipun demikian, SIM dapat digunakan pula sebagai alat untuk perencanaan bagi staff yang sudah senior.
2.    SIM didesain untuk memberikan laporan operasional sehari-hari sehinga dapat memberi informasi untuk mengontrol operasi tersebut dengan baik.
3.    SIM sangat bergantung pada keberadaan data organisasi secara keseluruhan, serta bergantung pada alur informasi yang dimiliki oleh organisasi tersebut.
4.    SIM biasanya tidak memiliki kemampuan untuk menganalisis masalah. Kemampuan menganalisi masalah terletak pada decision support system
5.    SIM biasanya berorientasi pada data-data yang sudah terjadi atau data-data yang sedang terjadi, bukan data-data yang akan terjadi seperti forcecasting
6.    SIM juga berorientasi pada data-data di dalam organisasi dibandin data-data dari luar organisasi. Oleh karena itu, informasi yagn dibutuhkan oleh SIM adalah informasi yang sudah dikerahui formatnya serta relatif labil
7.    SIM biasanya tidak fleksibel karena bentuk laporan-laporan yang dihasilkan banyak sudah dipersiapkan sebelumnya. Beberapa SIM memilki kemampuan agar manager dapat membuat laporan sendiri, tetapi sebenarnya data-data yang dibutuhkan manager tersebut sudah ada dan sudah disiapkan terlebih dahulu.
Sebagaimana problematika yang telah disebutkan diatas SIM membutuhkan perencanaan yang sangat matang.Sebuah literatur menyebutkan bahwa analis dan desain SIM biasanya membutuhkan waktu antara satu sampai dua tahun.
2.1.5.    Pengertian Analisis Sistem
Menurut Tata Sutabri (2012:221) mendefinisikan bahwa analisis sistem adalah sebuah “prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan alternatif pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang akan diusulkan dan dimodifikasi”.
Menurut Jogiyanto (2012:129)analisis sistem merupakan penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mendefinisikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan,hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Menurut Raymond (2012:92) mendefinisikan analisis sistem sebagai berikut :
Analisis Sistem adalah ahli yang bekerja bersama pengguna, untuk membangun sistem baru atau meningkatkan sistem yang telah ada, analisis sistem memiliki keahlian dalam mendefinisikan masalah dan menyiapkan dokumen tertulis untuk menerangkan bagiamana komputer akan membantu dalam menyelesaikkan masalah tersebut”.

Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (system planning) dan sebelum tahapan perencanaan sistem (system design).  Tahap analisis merupakan tahapan yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.
Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem sebagai berikut:
a.         Identify, yaitu mendefinisikan masalah.
Tugas-tugas yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1)        Mengindentifikasi penyebab masalah.
2)        Mengindentifikasi titik keputusan.
3)        Mengindentifikasi personil-personil kunci.
b.        Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada.
Tugas-tugas yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1)         Menentukan jenis penelitian.
2)         Merencanakan jadwal penelitian.
3)         Membuat penugasan penelitian.
4)         Membuat agenda wawancara.
5)         Mengumpulkan hasil penelitian.
c.         Analyze, yaitu menganalisa sistem.
Tugas-tugas yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1)         Menganalisis kelemahan sistem.
2)         Menganalisis kebutuhan informasi manajemen.
d.        Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.
Tugas-tugas yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1)         Meminta pendapat-pendapat dan saran dari pihak manajemen.
2)         Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.
Berdasarkan definisi diatas penulis menyimpulkan bahwaanalisis sistem adalah suatu proses penguraian sistem ke dalam bagian-bagian komponennya untuk mendapatkan perbaikan sistem.
2.1.6.    Pengertian Perancangan Sistem
Tahapan perancangan sistem dilakukan setelah tahapan analisis sistem dilakukan, maka analisis sistem telah mendapat gambaran dengan jelas apa yang harus dikerjakan. Dan bagi analisis untuk memikirkan bagaimana membentuk suatu sistem tersebut. Definisi perancangan sistem menurut para ahli :
Menurut Tata Sutabri (2012:225),definisi Perancangan sistem adalah “prosedur untuk mengkonversi spesifikasi logis kedalam sebuah desain yang dapat diimplementasikan pada sistem komputer organisasi”.
Menurut John dan Gary (2014:196) menyatakan bahwa “Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi”.

Menurut Scott (2014:196) menyatakan bahwa Tahap ini menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah di tetapkan pada tahap analisis sistem.

Tahap perencanaan sistem mempunyai dua tujuan utama, yaitu:
a.         Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
b.        Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemogram komputer dan ahli-ahli yang lainnya yang terlibat.
Dari beberapa pendapat diatas, maka penulis menyimpulkan bahwa perancangan sistem adalah langkah-langkah implementasi dari bagaimana suatu sistem di bentuk, digambarkan, direncanakan dalam pembuatan sketsa dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
2.1.7.    Pengertian System Development Life Cycle ( SDLC)
SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) atau Systems Life Cycle (Siklus Hidup Sistem), dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut,konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi.
Menurut Shalahudin (2014:26) menyatakan bahwa SDLC (System Development Life Cycle) adalah proses mengembangkan atau mengubah satu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best practice atau cara-cara yang sudah teruji baik)”.

System Development Life Cycle (SDLC) adalah suatu metodologi yang digunakan untuk mengembangkan, memelihara, dan menggunakan sistem informasi. Metodologi ini mencakup sejumlah fase atau tahapan.
SDLC memiliki beberapa model proses pengembangan perangkat lunak diantaranya :
a.    Model waterfall
Menurut Shalahuddin (2014:28) menyatakan bahwa “Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support).

GAMBAR 2.4.Ilustrasi Model Waterfall
Sumber : Rosa A.S dan M. Shalahuddin (2013:29)

b.    Model Prototype
Sering pelanggan (customer) membayangkan kumpulan kebutuhan yang diinginkan tapi tidak terspesifikasikan secara detail dari segi masukan (input), proses, maupun keluaran (output). Di sisi lain seorang pengembang perangkat lunak harus menspesifikasikan sebuah kebutuhan secara detail dari segi teknis dimana pelanggan sering kurang mengerti mengenai hal teknis ini.
Model prototype dapat digunakan untuk menyambungkan ketidakpahaman pelanggan mengenai hal teknis dan memperjelas spesifikasi kebutuhan yang diinginkan pelanggan kepada pengembang perangkat lunak.Model prototype dimulai dari mengumpulkan kebutuhan pelanggan terhadap perangkat lunak yang akan dibuat. Program ini biasanya menyediakan tampilan dengan simulasi alur perangkat lunak sehingga tampak seperti perangkat lunak yang sudah jadi.Program prototype ini dievaluasi oleh pelanggan atau user sampai ditemukan spesifikasi yang sesuai dengan keinginan pelanggan atau user.
Sumber :Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2014:32)
c.    Model Rapid Application Development ( RAD )
Rapid Application Development (RAD) adalah model proses pengembangan perangkat lunak yang bersifat incremental terutama untuk waktu pengerjaan yang pendek. Model RAD adalah adaptasi dari model air terjun versi kecepatan tinggi dengan menggunakan model air terjun untuk pengembangan setiap komponen perangkat lunak.
Jika kebutuhan perangkat lunak dipahami dengan baik dan lingkup perangkat lunak dibatasi dengan baik sehingga tim dapat menyelesaikan pembuatan perangkat lunak dengan waktu yang pendek. Model RAD merupakan adaptasi “berkecepatan tinggi” dari linear sequential model dimana pengembangan yang cepat dapat diperoleh dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen.
GAMBAR 2.6.  Ilustrasi Model RAD
Sumber :Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2013:35)
d.   Model iteratif
Model iteratif (iterative model) mengkombinasikan proses pada model air terjun dan iteratif pada model prototipe. Model inkremental akan menghasilkan versi perangkat lunak yang sudah mengalami penambahan fungsi untuk setiap perubahannya.
Menurut Shalahuddin (2014:38) menyatakan bahwa model inkremental dibuat untuk mengatasi kelemahan dari model air terjun yang tidak mengakomodasi iterasi, dan mengatasi kelemahan dari model prototipe yang memiliki proses terlalu pendek dan setiap iteratif prosesnya tidak selalu menghasilkan produk (bisa jadi hanya prototipe).

Berikut adalah gambar dari model inkremental:




GAMBAR 2.7.  Ilustrasi Model iteratif
Sumber :Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2014:38)
Model iteratif sangat cocok jika staf yang dimiliki memiliki pergantan (turnover) yang tinggi sehingga staf  tidak dapat terus ikut didalam pengembangan perangkat lunak.
e.         Model Spiral
Menurut shalahuddin (2014:39) menyatakan bbahwa model spiral memasangkan iteratif pada model prototipe dengan kontrol dan aspek sismatik yang diambil dari model air terjun. Model spiral menyediakan pengembangan dengan cara cepat dengan perangkat lunak yang memiliki versi terus bertambah fungsinya.

Model spiral dibagi menjadi beberapa kerangka aktifitas atau disebut juga wilayah kerja (task region).wilayah kerja tersebut yaitu, komunikasi dengan pelanggan, perancangan, analisis resiko, rekayasa, konstruksi dan peluncuran, dan evaluasi pelanggan.
Berikut adalah gambar model spiral:
GAMBAR 2.8.  Ilustrasi Model Spiral
Sumber :Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2014:40)
Meskipun jumlah tahapan dalam SDLC dalam berbagai model berbeda-beda, namun pada prinsipnya secara keseluruhan semua proses yang dilakukan sama saja. Tahapan-tahapan dalam SDLC secara global adalah sebagai berikut:
a.    Inisiasi (initiation).
Tahap ini biasanya ditandai dengan pembuatan proposal proyek perangkat lunak.
b.    Pengembangan konsep sistem ( system concept development )
Mendefinisikan lingkup konsep termasuk dokumen lingkup sistem, analisis manfaat baiya, manajemen rencana, dan pembelajaran kemudahan sistem.


c.    Perencanaan (planning)
Mengembangkan rencana manajemen proyek dan dokumen perencanaan lainya.
d.   Analisis kebutuhan ( requirments analysis )
Menganalisis kebutuhan pemakai sisstem perangkat lunak (user) dan mengembangkan kebutuhan user.
e.    Desain (design)
Mantranformasikan kebutuhan detail menjadi kebutuhan yang sudah lengkap, dokumen desain sistem fokus pada bagaimana dapat memenuhi fungsi-fungsi yang dibutuhkan.
f.     Pengembangan ( development )
Mengonversi desain ke sistem informasi yang lengkap termasuk bagaimana memperoleh dan melakukan instalasi lingkungan sistem yang dibutuhkan.
g.    Integrasi dan pengujian ( integration and test )
Mendemonstrasikan sistem perangkat lunak bahwa telah memenuhi kebutuhan yang dispesifikasikan pada dokumen kebutuhan fingsional.
h.    Implementasi ( implementation )
Termasuk pada persiapan implementasi, implementasi perangkat lunak pada lingkungan prosduksi ( lingkungan pada  user ) dan menjalankan resolusi dari permasalahn yang teridentifikasi dari fase integrasi dan pengujian.
i.      Operasi dan pemeliharaan ( operation and maintenace )
Mendeskripsikan pekerjaan untuk mengoperasikan dan memelihara sistem informasi oada lingkungan produksi (lingkungan pada user), termasuk pada implementasi akhir dan proses peninjauan.
j.      Disposisi ( disposition )
Mendeskripsikan aktifitas akhir dari pengembangan sistem dan mengembangkan data yang sebenarnya sesuai dengan aktifitas user.
2.1.8.    Pengujian Perangkat Lunak
    Menurut Shalahudin (2013:271) menyatakan bahwa ”Sebuah perangkat lunak perlu dijaga kualitasnya bahwa kualitas bergantung kepada kepuasan pelanggan (customer)”. Oleh karena itu agar perangkat lunak berkualitas sebelum diimplementasikan maka perlu adanya pengujian Black Box dan white Box Testing. Berikut adalah pengertian dari BlackBok dan WhiteBox, diantaranya :
Shalahuddin (2013:275) berpendapat bahwa Black boxtesting yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan dan keluaran perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Black-box testing dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Shalahuddin (2013:276) menyatakan bahwa White box testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi desain dan kode program apakah mampu menghasilkan fungsi-fungsi, masukkan dan keluaran yang sesuai dengan spesifikasi White-box testing dilakukan dengan memeriksa logic dari kode program, pembuatan kasus uji bisa mengikuti standar pengujian dari standar pemrograman yang seharusnya.


2.1.9.    Teori Pendukung
a.      Pengertian Pelayanan
            Menurut Sinambela (2012:5) mengatakan bahwa :
“pelayanan publik dapat diartikan sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai dengan aturan pokok dan tatacara yang telah ditetapkan.”
          Berdasarkan definisi diatas, penulis menyimpulkan bahwa pelayanan dapat diartikan dengan melakukan perbuatan yang hasilnya ditunjukan untuk kepentingan orang lain, baik perorangan maupun kelompok atau masyarakat. Pelayanan adalah serangkaian kegiatan, karena itu ia merupakan proses, sebagai proses pelayanan berlangsung secara rutin dan berkesinambungan meliputi seluruh kehidupan orang dalam masyarakat.
b.   Definisi Pasien
            Pasien adalah seorang yang menerima pelayanan medis. Sering kali pasien menderita sakit atau cedera dan memerlukan bantuan dokter. Kata pasien berasal dari bahasa indonesia analog dengan kata patiendari bahasa inggris, patienditurunkan dari bahasa latin yaitu pasien yang artinya “menderita” (Mark H.Swartz,1995). Sedangkan menurut surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 269/MENKES/PER/III/2008 tentang rekam medis. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak langsung kepada dokter.
c.    Pengertian Rawat Jalan
            Rawat Jalan adalah pelayanan medis kepada seorang pasien untuk tujuan pengamatan, diagnosis, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya, tanpa mengharuskan pasien tersebut dirawat inap. Keuntungannya, pasien tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menginap (opname).
d.   Pengertian Rekam Medis
            Rekam medis adalah keterangan baik yang tertulis maupun terekam tentang identitas, anamnesa, penentuan fisik, laboratorium, diagnosa segala pelayanan dan tindakan medik yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang dirawat inap, rawat jalan maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.
e.    Definisi Klinik
            Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medisdasar dan spesialistik, diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan (perawat atau bidan) dan dipimpin oleh seorang tenaga medis (dokter, dokter spesialis, dokter gigi atau dokter gigi spesialis).
f.     Pengertian Administrasi
            Administrasi adalah kegiatan penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis dengan tujuan untuk menyediakan keterangan serta memudahkan memperolehnya kembali secara keseluruhan dan dalam satu hubungan satu sama lain.
2.2.      Penelitian Sebelumnya/Relevan
   Penelitian ini tidak terlepas dari hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan sebagai bahan perbandingan dan kajian.
Hasil-hasil penelitian yang dijadikan perbandingan yaitu mengenai sistem informasi klinik. Adapun penelitian sebelumnya adalah sebagai berikut :
a.         Pada penelitian yang dilakukan oleh Ijah Kusnawati (2012) dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Insan Pembangunan Tangerang, dengan judul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Pasien Pada Klinik PT. PANARUB INDUSTRY”.Pada penelitian tersebut menjelaskan tentang perancangan sistem informasi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada klinik PT. Panarub Industry yang masih ada kekurangan dalam pelayanan kesehatan terhadap karyawan salah satunya adalah proses pendaftaran pasien yang belum terstruktur sehingga penumpukan pasien terjadi di ruang klinik yang mengakibatkan kurang maksimalnya pelayanan kesehatan karyawan. Dari permasalahan tersebut peneliti merancang sistem informasi pendaftaran pasien menggunakan bahasa pemrograman VB.NET 2008 dan database MYSQL.
Tujuan dari penelitian ini untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pada karyawan. Pengolahan data dengan sistem terkomputerisasi akan memberikan kemudahan dalam mengolah data dan menghasilkan data yang cepat dan akurat serta dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam proses pelayanan kesehatan karyawan. Semua data yang berkaitan dengan informasi pasien akan dicatat dan disimpan, sehingga dokumentasi pasien akan lebih teratur, selain itu dapat membantu pihak manajemen dalam mengambil keputusan.
b.        Penelitian yang dilakukan oleh Ratno Alamsyah (2014) dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Insan Pembangunan Tangerang,  dengan judul “Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Pengelolaan Data Rujukan Rawat Inap pada PT. Sehati Medical Center”.Penelitian ini membahas mengenai alat mengolah data rawat inap dan tagihan yang sudah menggunakan komputer namun masih menggunakan aplikasi sederhana, sehingga masih ada kesalahan dalam pengelolaan data.
Untuk menyelesaikan permasalahan yang ada maka dilakukan penelitian dan perancangan sistem terkomputerisasi yang memiliki database yang lebih baik untuk penyimpanan datanya. Dengan sistem terkomputerisasi yang lebih baik, pemrosesan data akan lebih efisien dan dapat meminimalisir kesalahan dalam penginputan data. Dengan demikian sistem pengelolaan data rawat inap dan pengelolaan data tagihan rumah sakit yang dibangun akan lebih baik dan dapat meningkatkan pelayanan kepada perusahaan yang telah menjadi mitra PT. Sehati Medical Center.
c.    Penelitian yang dilakukan oleh Roy Farouk (2014) dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Insan Pembangunan Tangerang,  dengan judul “ Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan di Klinik MT. Haryono Tangerang ”.Pada penelitian tersebut menjelaskan tentang perancangan sistem informasi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Klinik MT. Haryono yang masih ada kekurangan dalam memberikan pelayanannya kepada pasien salah satunya penginputan, penyimpanan data pasien, biaya pembayaran pasien, serta laporan data pasien yang berobat yang diolah dengan menggunakan sistem manual.
Dari permasalahan tersebut peneliti merancang sebuah sistem informasi pelayanan kesehatan berbasis web menggunakan pemrograman PHP dan database MYSQL. Tujuan dari penelitian ini untuk membantu memudahkan petugas klinik dalam proses pendataan pasien, pengambilan dan pembayaran obat pasien serta memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada pasien dalam melakukan proses pengobatan karena mendapatkan pelayanan yang cepat.

2.3.      Tools yang digunakan
2.3.1. Pengertian Unified modeling langunge  (UML)
Menurut Rosa A.S dan M.Shalahuddin (2013:133) menyatakan bahwa “Unified Modeling Languange (UML) adalah standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis & desain, serta menggunakan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek”.
Menurut Verdi Yasin (2012:194) menyatakan bahwa “Unified Modeling Languange (UML) adalah “bahasa” yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak”.
Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa “Unified Modeling Languange (UML) merupakan suatu kumpulan konvensi pemodelan yang digunakan untuk menentukan kumpulan atau menggambarkan sebuah sistem software yang terkait dengan objek”.
2.3.2. SejarahUnified modeling langunge  (UML)
Bahasa pemrograman berorientasi objek yang pertama dikembangkan dikenal dengan nama Simula-67 yang dikembangkan pada tahun 1967. Bahasa pemrograman ini kurang berkembang dan dikembangkan lebih lanjut, namun dengan kemunculannya telah memberikan sumbangan yang besar pada developer pengembang bahasa pemrograman berorientasi objek selanjutnya.
Perkembangan aktif dari pemrograman berorientasi objek mulai menggeliat ketika berkembangnya bahasa pemrograman Smaltalk pada awal 1980-an yang kemudian diikuti dengan perkembangan bahasa pemrograman berorientasi objek yang lainnya seperti C objek, C++, Eiffel, dan CLOS. Secara aktual, penggunaan bahasa pemrograman berorientasi objek pada saat itu masih terbatas, namun telah banyak menarik perhatian di saat itu. Sekitar lima tahun setelah Smaltalk berkembang, maka berkembang pula metode pengembangan berorientasi objek. Metode yang pertama diperkenalkna oleh Sally Shlaer dan Stephen Mellor (Shlaer-Mellor, 1998) dan Peter Coad dan Edward Yourdon (Coad-Yourdon, 1991), dikuti oleh Grady Booch (Booch, 1991), james R, Rumbaugh, Michael R. Blaha, William Lorensen, Frederick Eddy, William Premerlani (Rumbaugh-Blaha-Pramerlani-Eddy-Lorensen, 1991) dan masih banyak lagi.
Karena banyaknya metodologi-metodologi yang berkembang pesat saat itu, maka muncul ide untuk membuat sebuah bahasa yang dapat dimengerti semua orang.Usaha penyatuan ini banyak mengambil dari metodelogi-metodelogi yang berkembang saat itu. Maka dibuat bahasa yang merupakan gabungan dari beberapa konsep seperti konsep Object Modeling Technique (OMT) dari Rumbaughh dan Booch (1991), konsep The Classes, Responsibilities, Collabotators (CRC) dari Rebecca Wirfs-Brock (1990) konsep pemikiran Ivar Jacobsion, dan beberapa konsep lainnya dimana dalam sebuah perusahaan yang bernama Rational Software Corporation menghasilkan bahasa yang disebut dengan Unified Modeling Languange (UML).
Pada 1996, Object Mangement Group (OMG) mengajukan proposal agar adanya standarisasi pemodelan berorientasi objek dan pada bulan September 1997 UML diakomodasikan oleh OMG sehingga sampai saat ini UML telah memberikan konstribusinya yang cukup besar di dalam mtodologi berorientasi objek dan hal-hal yang terkait didalamnya.
2.3.3.       Unified modeling langunge  (UML)
Menurut Rosa A.S dan M.Shalahudin (2013:140) diagram UML  terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori.
Berikut ini penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut.
a. Structure diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan
untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan.
b. Behavior diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem.
c. Interaction diagrams yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem.
Namun penulis hanya memakai 4 diagram dalam perancangan sistem yaitu :
1)             Use Case Diagram
Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk melakukan (behavior) sistem informasi yang dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada didalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.
Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimple mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.
a)             Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.
b)             Use Case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.
Berikut ini adalah simbol - simbol yang ada pada  use case :
TABEL 2.1. Simbol - simbol padaUse Case Diagram

No
Simbol
Keterangan

1.
Aktor :
Orang,proses atau sistem yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri.

2.
Use case:
Fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

3.
Asosiasi:
Komunikasi antara aktor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan aktor.

4.
<< Include >>
-------------à
Dependency include:
Menunjukan suatu use case harus dipenuhi .
5.
Generalization :
Hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-khusus) antara dua buah use case dimana fungsi yang satu dengan fungsi yang umum dari lainnya.

No
Simbol
Keterangan

6.
<< extend  >>
ß--------------
Depeny  extend:
Menunjukan suatu use case akan dilaksanakan bersifat optional..
Sumber :Rosa A.S dan M.Shalahuddin, (2013:156)

2)             Activity Diagram
Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem.
Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal–hal berikut :
a)             Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yangdigambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.
b)             Urutan atau penggelompokan tampilan dari sistem atau user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.
c)             Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.
d)            Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak.
Berikut ini adalah simbol-simbol yang ada pada ActivityDiagram.           
TABEL 2.2. Simbol-simbol padaActivity Diagram
No
Simbol
Keterangan
  1.
Status awal :
Sebuah diagram aktivitas memiliki sebuah status awal
2.
Status akhir :
Sebuah digram aktivitas memiliki sebuah status akhir.
3.
Aktifitas :
Aktifitas yang dilakukan oleh sistem
4.
Decision atau percabangan :
Dimana ada pilihan aktivitas lebih dari satu.
5.
Penggabungan /join :
Asosiasi penggabungan dimana lebih dari satu aktivitas digabung menjadi satu.

Sumber : Rosa A.S dan M.Shalahuddin, (2013:162)

3)             Class Diagram
Diagram kelas atau class diagram menggunakan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.
a)             Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.
b)             Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.
Diagram kelas dibuat agar pembuat program atau programmer membuat kelas-kelas sesuai rancangan di dalam diagram kelas agar antara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sinkron. Banyak berbagai kasus, perancangan kelas yang dibuat tidak sesuai dengan kelas-kelas yang dibuat pada perangkat lunak, sehingga tidaklah ada gunanya lagi sebuah perancangan karena apa yang dirancang dan hasil jadinya tidak sesuai .
Kelas-kelas yang ada pada struktur sistem harus dapat melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan kebutuhan sistem sehingga pembuat perangkat lunak atau perangkat lunak atau programmer dapat membuat kelas-kelas di dalam proses perangkat lunak sesuai dengan perancangan diagram kelas. Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut:
a)             Kelas main
Kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan.
b)             Kelas yang menangani tampilan sistem (view)
Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai.       
c)             Kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller). Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case, Kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak.
d)            Kelas yang diambil dari pendefinisian data (model).  Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data. Semua tabel yang dibuat di basis data dapat dijadikan kelas, namun untuk tabel dari hasil relasi atau atribut multivalue pada Entity Realtion Diagram(ERD) dapat dijadikan kelas tersendiri dapat juga tidak.
Berikut ini adalah simbol–simbol yang ada pada Class Diagram:
TABEL 2.3.Simbol-Simbol Class Diagram

No
Simbol
Keterangan


1.
+operasi()
Nama_kelas
+atribut
Kelas :
Kelas pada struktur sistem


2.
Antarmuka / interface :
Sama dengan konsep interface dalam pemrograman berorientasi objek

No
Simbol
Keterangan


3.
Asosiasi / Association :
Realsi antar kelas


4.
Asosiasi berarah / directed association:
Relasi antar kelas dengan makna kelas yang satu digunakan oleh kelas yang lain



5.
Generalisasi :
Relasi antar kelas degan makna generalisasi – spesialisasi (umum-khusus)
Sumber : Rosa A.S dan M.Shalahuddin, ( 2013:146) 
4)             Sequence Diagram
Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan messange yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansikan menjadi objek itu. Membuat diagram sekuan juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case.
Banyaknya diagram sekuen yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalankan pesan sudah dicakup pada diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak .
Berikut ini adalah simbol-simbol yang ada padaSequence diagram
TABEL 2.4. Simbol-Simbol Sequence Diagram
No
Simbol
Keterangan
1.
Aktor
Orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi itu sendiri.
2.
Garis Hidup (Lifeline)

Menyatakan kehidupan suatu objek.
3.
Objek
Nama objek : nama kelas

Menangani informasi yang mungkin akan disimpan secara permanen.
4
Waktu Aktif
Menyatakan objek dalam keadaan aktif dan berinteraksi pesan.
5.
Pesan Tipe create
Menyatakan suatu objek membuat objek yang lain.
6.
Pesan Tipe Call
nama_method()
Menyatakan suatu objek memanggil operasi atau metode yang ada pada objek lain.
7.
Pesan tipe Send
Masukan
Menyatakan suatu objek mengirimkan data atau masukan atau informasi ke objek lain
No
Simbol
Keterangan
8.
Keluaran
Menyatakan suatu objek telah menjalankan suatu operasi atau metode menghasilkan suatu kembalian ke objek tertentu.
9.
Pesan tipe Destory
menyatakan suatu objek mengakhiri hidup objek yang lain.







SSumber :Rosa A.S dan M.Shalahuddin,(2013:162)
2.3.4.      PengertianMicrosoftVisual Studio 2012
          Microsoft Visual Studio 2012 merupakan sebuah perangkat lunak lengkap yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan aplikasi, baik itu aplikasi bisnis, aplikasi personal, ataupun komponen aplikasinya, dalam bentuk aplikasi console.
          Semua tahap siklus pengembangan aplikasi dilakukan di visual studio, mulai dari design interface, modeling, menulis kode program, versioning, debugging, dokumentasi, setup, deployment, dan sebagainya. Programmer, software tester, software architect dapat berinteraksi secara terintegrasi dengan tools tersebut.
2.3.5.      PengertianMySQL
MySQL merupakan system manajemen database yang bersifat relational, artinya data-data yang dikelola dalam database akan diletakan pada beberapa tabel yang terpisah sehingga manipulasi akan menjadi lebih cepat, MySQL dapat digunakan untuk mengelola database mulai dari yang kecil sampai dengan sangat besar, MySQL juga dapat dijalankan perintah-perintah Structured Query Language (SQL)untuk mengelola database-database relational yang ada di dalamnya.
Menurut Raharjo (2015:355) menyatakan bahwa MySQL adalah software relation database management system (RDBMS) open source paling populer digunakan untuk menyimpan data dari aplikasi berbasis web. MySQL telah menjadi pasangan sejati dari PHP.
Menurut Sidik (2014:333) menyatakan bahwa “MySQL adalah software database yang termasuk paling populer dilingkungan Linux, kepopuleran ini karena ditunjang performansi query dari database-nya yang saat itu bisa dikatakan paling cepat dan jarang bermasalah.”
MySQL  memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :
a.         Probabilitas
MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti windows,  linux, FreeBSD, Mac Os X server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
b.         Perangkat lunak sumber terbuka
MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
c.         Multi user
MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
d.        Performance tuning
MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
e.         Ragam tipe data
MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya seperti signed/unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
f.          Perintah dan fungsi
MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah select dan where dalam perintah (query).
g.         Keamanan
MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, namahost, dan izin akses usir dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
h.         Kapabilitas dan pembatasan
MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.

i.           Konektivitas
MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protocol TCP/IP, unix soket atau nomed Pipes.
j.           Lokalisasi
MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh Bahasa, meskipun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
k.         Antar muka
MySQL memiliki antarmuka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsiApplication Programming Interface(API).
l.           Klien dan peralatan
MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool) yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk Online.
m.       Struktur tabel
MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam postgreSQL ataupun oracle.
2.4.      Kerangka Kerja Teoritis
2.4.1. Definisi Kerangka Kerja Teoritis
   Kerangka kerja teoritis merupakan bagian dari penelitian yang menggambarkan alur pikiran peneliti. Kerangka kerja teoritis merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah didefinisikan sebagai masalah yang penting. Kerangka kerja teoritis dapat berupa kerangka teori dan dapat pula berbentuk kerangka penalaran logis. Kerangka teori itu merupakan uraian ringkas tentang teori yang digunakan dan cara menggunakan teori itu dalam menjawab pertanyaan penelitian. Kerangka berpikir itu bersifat operasional, yang diturunkan dari satu atau beberapa teori, atau dari penyataan-pernyataan yang logis dan berhubungan dengan masalah penelitian. Pada bagian ini diuraikan landasan substansive dalam arti teoritik dan metodologikyang dipergunakan peneliti dalam menentukan alternatif, yang akan diimplementasikan. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti atau pelaku penelitian tindakan lain sendiri yang relevan disamping teori-teori yang lazim termuat dalam berbagai kepustakaan. Atas kerangka konseptual yang disusun itu, hipotesis tindakan dirumuskan.
Latar Belakang Masalah
·         Pencatatan data pasien rawat jalan masih menggunakan buku agenda, sehingga petugas klinik kesulitan dalam melakukan pengolahan & pencarian data pasien rawat jalan.
·         Terjadi redudansi data pada saat pasien yang akan berobat tidak membawa kartu berobat.
·         Terjadi keterlambatan dalam proses pembuatan laporan data pasien rawat jalan menyebabkan informasi yang diperoleh tidak selalu akurat.
Rumusan Masalah
·         Bagaimana merancang sebuah sistem yang terkomputerisasi sehingga mampu meningkatkan efektifitas kinerja dalam pelayanan kesehatan pasien rawat jalan pada Klinik 24 Jam Zalzabilla ?
·         Bagaimana meningkatkan sistem yang dapat meminimalisir redudansi data dalam pelayanan kesehatan pasien rawat jalan pada Klinik 24 Jam Zalzabilla ?
·         Bagaimana sistem dapat menyajikan laporan yang cepat, tepat dan akurat pada Klinik 24 Jam Zalzabilla ?
Tujuan Penelitian
·         Untuk mengetahui sistem informasi pelayanan kesehatan pasien rawat jalan yang sedang berjalan saat ini pada Klinik 24 Jam Zalzabilla.
·         Untuk membuat suatu sistem informasi pelayanan kesehatan pasien rawat jalan dengan mengusulkan sistem yang terkomputerisasi agar lebih efektif dan efisien serta dapat meminimalisir terjadinya redudansi data.
·         Untuk menghasilkan laporan yang cepat, tepat dan akurat.
  
Teori
·      Teori Sistem Informasi
·      Teori Analisa Sistem
·      Teori Perancangan Sistem
·      Teori Visual Studio 2012
·      Teori Mysql
·      Teori Pendukung
Pengumpulan Data
·      Observasi
·      Wawancara
·      Studi Pustaka
Penelitian Sebelumnya
·      Penelitian yang dilakukan oleh Ijah Kusnawati (2012) dengan judul “Analisa dan Perancangan SistemInformasi Pendaftaran Pasien pada Klinik PT. Panarub Industry.
Proses Pemecahan Masalah
·         Analisa Sistem yang berjalan
·         Rancangan system yang di  usulkan
·         UML
-          Class Diagram
-          Use Case Diagram
-          Activity Diagram
-          Sequen Diagram
·         Perancangan
-          Visual Studio 2012
·         Database
-          MySQL


Hasil
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pelayanan Kesehatan Pasien Rawat Jalan pada Klinik 24 Jam Zalzabilla.

                                                               


Adapun penjelasan dari kerangka kerja teoritis tersebut sebagai berikut :
a.    Latar Belakang Masalah
Pada tahap ini menggambarkan latar belakang dari masalah yang terjadi secara umum terhadap permasalahan yang ada pada Klinik 24 Jam Zalzabilla.
b.    Rumusan Masalah
Rumusan masalah berupa pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang diteliti agar masalahnya terjawab secara akurat. Rumusan masalahdidasarkan atas identifikasi masalah dan batasan masalah dalam penelitian.
c.    Tujuan Penelitian
Memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik tujuan yang akan dicapai dari penelitian yang dilakukan dan menghubungkannya dengan rumusan masalah yang telah dibuat dalam penelitian.
d.   Teori
Pada tahap ini berisi penguraian teori-teori pendukung yang digunakan dalam penelitian sesuai dengan tema yang diambil dalam penelitian.
e.    Pengumpulan Data
Pada tahapan ini dilakukannya langkah operasional pengumpulan data dan informasi dengan melakukan pengamatan secara langsung (observation), melakukan wawancara langsung dengan pihak klinik serta mempelajari buku-buku yang berhubungan dengan penelitian (studi pustaka). 
f.     Penelitian Sebelumnya
Menjelaskan penelitian terdahulu mengenai sistem pelayanan kesehatan klinik yang pernah dilakukan sebagai bahan perbandingan dan kajian.
g.    Proses Pemecahan Masalah
Proses pemecahan masalah ini dapat dilakukan setelah dilakukannya proses analisa, proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan beberapa informasi guna melakukan suatu permasalahan yang terdapat pada Klinik 24 Jam Zalzabilla.
h.    Hasil Akhir
Setelah masalah pada sistem pelayanan kesehatan pasienrawat jalan pada Klinik 24 Jam Zalzabilla diketahui, maka selanjutnya penulis mencari solusi dari masalah yang ada, kemudian dilakukannya perbaikan untuk mengatasi masalah tersebut.
SHARE

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: